Ysfksh's Blog

Dialog TVRI

Posted on: January 31, 2010

Dialog TVRI

Lompat ke Komentar

Perbincangan

semalam mulai pk. 18.00 – 19.00, saya hadir di acara perbincangan TVRI Jatim. di panel dengan dua narasumber lainnya. ada dari ITS dan Balai Pengelolaan DAS Brantas. sampai pk.17.30 di TVRI langsung ditemuai produser acara Bu Hani dan MAs Yoyok yang saya kenal sewaktu masih jadi Reporter. langsung kami ngobrol dan persiapan live dialog.

Di pandu Mas Iwan yang memang ahli mengemas pertanyaan dan melempar bola “giliran ngomong” antar narasumber. tentu memang ini adalah sarana komunikasi antara berbagai pihak dalam rangka memberikan perspektif dan temuan-temuan tentang bencana. bahwa banjir bandang yang ada saat ini adalah akibat salah urus alam.

saya memulai dan belajar bagaimana merebut dua menit awal. saat ditanya tentang apa yang membuat jatim menjadi wilayah yang sepertinya “ritual” bencana tiap tahun? saya mulai dengan memberikan jawaban : ” bahwa bencana memang telah menjadi bagian hidup kita. Tetapi ini tentu patut dijadikan pengetahuan. sebab menurut rekaman walhi sampai hari ini, bencana terkait kondisi alam ini berujud pada dua kejadian. pertama adalah bencana alam “akibat fenomena alam” sedang yang kedua adalah Bencana Ekologis “akibat akumulasi krisis sumber2 kehidupan”. Dan sayangnya Indonesia maupun Jawa Timur kejadian bencananya 85 persen adalah banjir dan longsor. maka bisa kita simpulkan bahwa di jatim telah terjadi salah urus alam!”. sampai disini langsung di oper pertanyaan singkat oleh moderator kepada utusan dari Pusat Studi Bencana ITS. selanjutnya juga pada narasumber ke tiga yang dari BP DAS Brantas.

Menarik ketika dibuka telepone respon dari para pemirsa. mulai dari Banyuwangi, Lumajang, Ngawi, Bojonegoro, Trenggalek, memberikan semua informasi terkini kondisi banjir. menariknya semua menceritakan dampak dan kerugian apa saja yang telah dialami. mulai hewan ternak, sawah ladang, barang2 inventaris baik punya pribadi maupun koperasi. sampai ada satu penelpon yang masuk dari Bojonegoro, Pak Akhmad. yang membuat saya senyum-senyum, ketika dia bilang salut buat Pak Ridho. lalu dengan “enjoy” dia memberi apresiasi lanjutan tentang siapa nama akrab panggilan akrab saya. kontan dia sebut “salut buat mas Saiful”, kebetulan saya ini suaminya Ambar teman mas Saiful katanya. wah saya makin tersenyum dan serasa tidak berada di studio TV tetapi lagi bertemu dengan sahabat baru yang memperkenalkan diri. saya jadi “membayangkan” mas/pak ahmad ini lagi lupa bahwa dia sedang online di TV yang didengarkan oleh pemirsa seluruh Jatim. hingga mas Iwan pun agak sewot melihat “kenakalan” si penelpon satu ini. hehehe….

santai memang menjadi kata yang sering mengedepan disaat spaneng/tegang, disaat orang menghadapi kekalutan, keseriusan, dan serupanya. dengan santai memang orang bisa lebih merasakan dan mendapatkan tentang apa “intisari” yang menjadi lain dari yang dialami oleh orang lain. lihatlah orang yang sedang memancing ikan, bermain catur juga. mereka dengan nyantai bisa mengikuti permainan dan mendapatkan hasil yang lebih ke perasaan. meski saya tidak tahu apa yang dirasakan oleh suami sobat saya yang saya kenal tahun 2001 waktu memberi pelatihan Advokasi buat kawan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro.

memori pengalaman saya jadi melambung di acara pelatihan yang diikuti oleh kaum muda yang bersemangat tentang “Advokasi” yang saat itu menjadi ngetrend dikalangan organisasi mahasiswa dan organisasi sosial lainnya. bertempat di Desa Ngasem di rumah pak Kepala Desa yang pendoponya luas dan kamar mandinya juga luas, ditengah kampung yang masih sepi. tetapi lumayan panas juga hawanya. saat itu jadi berprasangka, apa ini ya efek di atas bumi yang didalamnya banyak minyak? mirip seperti lautan aja, banyak air dan angin, tetapi koq panas juga ya hawanya??!!

ini klangenan yang saya jadikan “bahan menertawakan” dialog yang dirancang oleh TVRI secara serius, ternyata bisa jadi bahan yang enjoy disisi lain oleh pemirsanya. benar-benar makin percaya tentang keunikan manusia, bahwa meskipun sang pemandu acara berkali-kali mengingatkan bahwa penelpon harusnya memberikan saran, masukan, pertanyaan atau kondisi terkini situasi banjir di tempat masing-masing. ternyata bisa berbeda hasilnya. tapi apresiasi tetap harus saya berikan kepada TVRI Jatim yang membuat dialog pertama diawal tahun tentang maraknya banjir ini menjadi bahan informasi kepada publik dan berharap para pengambil keputusan mendengar apa yang seharusnya dilakukan. berharap pada penguasa “lalim” yang telinganya budek, sibuk bertarung demi kekuasaan dan memperebutkan suara pemilih tanpa pernah melahirkan dan melakukan kegiatan yang benar-benar berdampak dan mengarah pada penyelamatan bersama.

seperti halnya menjawab pertanyaan sederhana: “apa yang bisa membuat kita bersama-sama menjadi selamat dan sejahtera dimasa depan? kalo mengimagekan pertanyaan sederhana ini tidak bisa dipenuhi jawabannya berarti memang kita sedang ditengah situasi ketidakmenetuan dan pragmatisme “kekuasaan”.

Wah mirip dijaman “purba” aja, penguasa hanya sibuk melakukan siapa yang kuat maka dia yang menguasai. berarti bener dong ya tesisnya Darwin, manusia adalah spesies paling liar dalam memperebutkan kekuasaan. begitu juga dalam sabda Zarathustranya Nietzse, bahwa semua manusia selalu punya naluri “kehendak untuk berkuasa”. DEMIKIANLAH SABDA ZARATHUSTRA!! siapa mau menjadi pihak yang dikuasai?? hayo…….? siapa kemarin yang masih nyoblos pemilu?

Dialogue TVRI
Jump to Comments

Conversations

night began pk. 18:00 to 19:00, I was present at the talk show TVRI Java. the panel with two other sources. there from ITS and Brantas Watershed Management Center. reached directly at TVRI pk.17.30 show producer ditemuai Mrs. Mas Yoyok Hani and I know when I was a reporter. Our direct live chat and preparation of dialogue.

Mas Iwan in the scout who was an expert in packaging question and throw the ball “turn talk” between the sources. This course is a means of communication between the various parties in order to provide perspective and the findings of the disaster. that the flood current is the result of mismanagement of nature.

I started and learn how to win two minutes early. when asked about what makes jatim into areas like “ritual” disasters each year? I began by giving an answer: “that the disaster had already become part of our lives. But this is certainly newsworthy knowledge. walhi recordings because according to this day, natural disasters are related intangible conditions on two occasions. The first is a natural disaster “caused by natural phenomena” are the second is the ecological disaster “caused by the accumulation sumber2 life crisis”. And unfortunately, East Java, Indonesia and 85 percent incidence disasters were floods and landslides. then can we conclude that the jatim mismanagement has occurred nature! “. reached directly at shift gears here a brief question by the moderator to delegates from ITS Disaster Study Center. also on the speakers next to that of BP’s three DAS Brantas.

Interesting when opened Telephone response from the viewers. starting from Banyuwangi, Lumajang, Ngawi, Bojonegoro, Trenggalek, providing all the latest information flood conditions. pull it all impacts and losses tell what has been experienced. began to farm animals, rice fields, both have barang2 personal inventory and cooperatives. until there is an incoming caller from Bojonegoro, Mr Akhmad. that makes me smile, smile, when he says salut buat Pak Ridho. and by “enjoy” he gave further appreciation of the familiar name of my close calls. cash he called “salut buat mas Saiful”, this happened to my husband’s friend Amber mas Saiful said. wah me more, smiling and seemed not in the TV studio, but again met with a new friend who introduced himself. I was so “imagine” mas / pak ahmad was again forgotten that he was online at the TV audience heard by the whole of East Java. to mas Iwan was somewhat furious to see “naughty” the caller of this one. hehehe ….

relax is a word that is often advanced while spaneng / tense, while those facing confusion, seriousness, and serupanya. with it one can relax more and get a feel of what “essence” which is different from that experienced by other people. look at people who are fishing, playing chess, too. them with nyantai can follow the game and get more into the feeling. although I do not know what the felt by my friend’s husband whom I met in 2001 when giving Advocacy training for fellow Indonesian Islamic Students Movement (PMII) Bojonegoro.

My experience memory so inflated in the event which was followed by training young people excited about the “Advocacy” is now a ngetrend among student organizations and other social organizations. Ngasem village located in the village chief’s house that pendoponya broad and spacious bathroom, too, amid the still deserted village. but the weather is pretty hot. when it was prejudiced, what is it effects on the earth in which a lot of oil? like a sea aja, lots of water and wind, but also koq ya hot weather??!!

This Klangenan that I made “material to laugh at” dialogue designed by TVRI seriously, it could be material on the other hand enjoy the audience. actually more confident about the uniqueness of man, that although the host of the show repeatedly warned that the caller should provide advice, feedback, questions, or the current state of flood situation in their respective places. it can be different results. but my appreciation should still give to TVRI Java makes the first dialogue on the rise at the beginning of this flood of information material to the public and decision-makers expect to hear what should be done. hoping to authority “despot” whose ears deaf, was busy fighting for power and fighting of the vote without ever giving birth and carrying out activities that truly affect and lead to the rescue together.

as well as to answer a simple question: “what can make us together to be safe and prosperous future? kalo mengimagekan this simple question can not be satisfied that the answer is we’re in the middle ketidakmenetuan situation and pragmatism “power”.

Well like dijaman “primitive” aja, authorities engaged only the strong who he is mastered. bener dong ya mean Darwin’s thesis that man is the most wild species in the contested rule. as well as in the word Zarathustranya Nietzse, that all human beings have always had the instinct “will to power”. Thus SABDA Zarathustra!! Who will be the master?? hayo … ….? who yesterday still nyoblos election?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

kalender

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
%d bloggers like this: